Di dalam sebuah ruang konvini yang gelap, kejadian tidak biasa berlaku. Seorang wanita sedang menunggu di konvini, tetapi tiba-tiba, pintu konvini tertutup, meninggalkannya dalam kegelapan. Ia tidak sendiri—beberapa orang lain juga terjebak di dalam konvini yang sama, termasuk **お姉ちゃん** (Onee-chan), **お母さん** (Okaasan), dan **カズちゃん** (Kazu-chan). Mereka semua tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi korban dari satu kejutan besar.
Mereka terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan, di mana mereka harus menghadapi berbagai tantangan, seperti diikat, disuruh menurut, dan bahkan dihina. **スタッフさん** (Staff-san) dan **お姉ちゃん** terlibat dalam permainan yang menantang, sementara **お母さん** mencoba memastikan keadaan tetap terkendali. Semua ini terjadi karena mereka disebut sebagai "kandidat" untuk menjadi **性奴隷** (seinen'ei), atau budak seks, yang akan dikirim ke luar negeri.
Tidak hanya itu, mereka juga harus melalui beberapa tahap pengujian, termasuk menghadapi **お姫さん** (Ojī-san), **赤ちゃん** (Baby), dan bahkan **お父さん** (Otaasan). Mereka harus menurut perintah, menahan rasa sakit, dan bahkan harus menampilkan kekuatan mereka satu per satu. **お姉ちゃん** terlihat sangat bersemangat, meskipun ia juga terkadang merasa lelah.
Permainan ini tidak hanya menguji ketahanan fisik mereka, tetapi juga memperlihatkan kekuatan emosional mereka. Mereka harus menurut, menahan rasa sakit, dan bahkan menunjukkan rasa malu, tetapi di balik itu, terdapat rasa bangga dan kebersamaan yang kuat. Dengan berbagai peristiwa yang terjadi, mereka semua menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan apa pun, bahkan jika itu berarti harus menjadi budak seks.
Akhirnya, mereka semua berhasil melewati ujian tersebut, dan mereka siap untuk menghadapi masa depan baru, dengan harapan dan kebahagiaan yang terlihat di wajah mereka.